Membaca jurnal secara kritis berarti memahami pertanyaan, rancangan, bukti, serta keterbatasan penelitian—bukan hanya menyalin bagian abstrak.
Pertanyaan pertama dan kedua: mengapa, lalu bagaimana?
Pertama, persoalan apa yang ingin dijawab penelitian dan mengapa persoalan itu penting? Kedua, bagaimana peneliti memilih pendekatan, peserta, instrumen, dan prosedur analisis? Dua pertanyaan ini membantu menilai kecocokan desain dengan tujuan.
Pertanyaan ketiga dan keempat: apa bukti dan batasnya?
Ketiga, temuan utama apa yang benar-benar ditunjukkan oleh data? Perhatikan perbedaan antara hasil statistik, kutipan partisipan, dan interpretasi penulis. Keempat, sejauh mana kesimpulan dapat diterapkan? Cermati keterbatasan sampel, konteks, pengukuran, dan potensi bias.
Pertanyaan kelima: apa kontribusinya bagi riset saya?
Catat apakah artikel memperjelas konsep, menyediakan instrumen, menyarankan variabel, atau menunjukkan pertanyaan yang masih terbuka. Hindari langsung menyebutnya sebagai “research gap” hanya karena konteks penelitiannya berbeda.
Simpan ringkasan satu halaman dengan kolom: identitas studi, masalah, metode, temuan, batasan, dan relevansi. Kumpulan ringkasan ini membantu menyusun sintesis literatur.
Catatan Rahmanitazakaria Blog: tulisan ini merupakan materi refleksi dan pembelajaran, bukan laporan hasil penelitian empiris atau publikasi jurnal.